Sabtu, 19 April 2014

Tugas Bahasa Indonesia 2

“ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk . CIBITUNG”
SEMINAR PENULISAN ILMIAH
Diajukan guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Setara Sarjana Muda Jurusan Manajemen jenjang Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi  Universitas Gunadarma

Nama                                    :  Niken Yuanita Suhardiningsih
NPM                                      :  15211166
Jenjang / Jurusan                    :  Manajemen
Pembimbing                           : 


FAKULTAS  EKONOMI MANAJEMEN
Universitas Gunadarma
2014 

PERNYATAAN ORIGINALITAS DAN PUBLIKASI

Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama                                    :  Niken Yuanita . S
NPM                                      :  15211166
Jenjang / Jurusan                   : S1/ Manajemen
Fakultas                               : Ekonomi
Judul                                     : Analisi Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan PT Ramayana Lestari Sentosa tbk . Cibitung

Dengan ini menyatakan bahwa hasil Penulisan Ilmiah yang saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya . Apabila di kemudian hari Penulisan Ilmiah  ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain , maka saya bersedia mempertanggung jawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan dan tata tertib yang berlaku di Universitas Gunadarma
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari siapa pun.

                                       
                                                                                                            Bekasi,22 April 2014


                                                                                                     (Niken Yuanita Suhardiningsih)

ABSTRAKSI

Niken Yuanita, 15211166
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk . CIBITUNG
PI. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2013
Kata kunci : Kepuasan Konsumen

Memuaskan kebutuhan konsumen adalah keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan konsumen dapat meningkatkan keunggulan dalam persaingan. Konsumen yang puas terhadap produk dan jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan menggunakan kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali dikemudian hari. Hal ini berarti kepuasan merupakan faktor kunci bagi konsumen dalam melakukan pembelian ulang yang merupakan porsi terbesar dari volume penjualan perusahaan. Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya (Umar, 2005:65). Seorang pelanggan, jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi pelanggan dalam waktu yang lama.

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller  yang dikutip dari buku Manajemen Pemasaran mengatakan bahwa 
Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (2007:177).

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan karunia-Nya. Maka penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan baik dan tepat waktunya.
Penyusun penulisan ilmiah yang berjudul “ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk . CIBITUNG”
Ini dimaksud untuk memenuhi persyaratan akademik dalam menyelesaikan jenjang Stara Sarjana Muda Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
Dalam penyusunan penulisan ilmiah ini, penulis mendapat bimbingan,dan bantuan dari berbagai pihak sehinga penulisan ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM, selaku Rektor Universitas Gunadarma.
2. Bapak Dr. Toto Sugiharto, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
3.     Iman Murtono Soenhadji.Ph.D, selaku ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi..
4. Rekan-rekan kuliah yang tidak bisa disebutkan satu persatu, khususnya kelas EA 18 Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma angkatan 2011.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan penulisan ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun, agar dalam penyusunan penulisan berikutnya akan dapat lebih baik.
Akhir kata dan harapan penulis semoga penyusunan penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak yang membaca dan bagi para mahasiswa pada khususnya.
Bekasi,April 2013
Penulis

(NIKEN YUANITA)

BAB  I  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Peranan pemasaran sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perekonomian pada saat ini. Sejalan dengan perekonomian di negara Indonesia ini menyebabkan munculnya beraneka ragam bidang usaha yang menawarkan produk guna memenuhi kebutuhan konsumen, dan harga guna menunjang kualitas produk.
Strategi pengembangan, dan pelaksanaan kegiatan dalam strategi pasar sasaran produk pada tiap unit bisnis, penetapan tujuan pemasaran, dan pengembangan, pelaksanaan, serta pengelolaan strategi program pemasaran, penentuan posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi keinginan konsumen pasar sasaran. Fokus pemasaran strategis adalah kinerja keuangan yang berbeda dengan fokus tradisional terhadap peningkatan penjualan. Strategi pemasaran membangun keunggulan bersaing dengan mengkombinasikan strategi untuk mempengaruhi konsumen dan bisnis, untuk menjadi suatu kegiatan berfokus pada pasar yang terpadu.
Pada dasarnya manusia sebagai konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan hidup. Hal ini berarti konsumen tidak hanya membeli produk atau barangnya saja, akan tetapi yang dibeli adalah manfaat atau kegunaan dari produk tersebut. Keinginan dan kebutuhan manusia itu sifatnya tidak terbatas, tetapi sumber daya yang dimilki terbatas. Oleh karena itu demi mendapatkan suatu barang untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut maka seseorang akan rela menukarkan atau mengorbankan benda atau barang yang dimiliki, seperti uang atau benda-benda lainnya. Di dalam mendapatkan suatu barang tersebut pun di dalam pemasaran harus memiliki sebuah kriteria untuk menunjang suatu promosi dari kualitas produk yang baik atau harga yang murah.
Di dalam dunia perdagangan, kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor penting yang akan menentukan kesuksesan usaha perdagangan seseorang. Kepuasan konsumen yang dimaksud adalah kemudahan yang ditawarkan produsen kepada konsumen. Kemudahan-kemudahan yang mungkin ditawarkan oleh produsen, kemudahan dalam bertransaksi, kemudahan dalam berkomunikasi produsen. Faktor lain yang juga akan mempengaruhi distribusi adalah bagaimana memperkenalkan produknya kepada konsumen. Semakin menarik memperkenalkan produknya, maka produsen semakin mudah mengambil cara strategi dalam pasar.

1.2  Rumusan Masalah Dan Batasan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang di atas maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah :
a.       Apakah harga dan kualitas produk dapat mempengaruhi kepuasan konsumen?
b.      Bagaimanakah strategi pemasaran untuk memenuhi kepuasan konsumen?
c.       Di dalam penentuan kualitas produk dan harga produk, bagaimanakah strategi kualitas produk dan suatu harga untuk mencapai kepuasan konsumen?
1.3  Tujuan Penulisan
Dalam penulisan ini, penulis berusaha untuk memudahkan pembahasan agar lebih terarah, maka penulis membatasi kepada masalah pemasaran dan kepuasan konsumen, dalam hal ini masalah strategi pemasaran di dalam penentuan kepuasan konsumen. Dengan adanya kualitas produk dan harga yang ditentukan untuk mencapai sebuah kepuasan yang dirasakan oleh setiap konsumen. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
a.       Menganalisis pengaruh dari produk dan harga untuk menentukan kepuasan konsumen.
b.      Dapat menentukan sebuah strategi penjualan atau distribusi, yang bertujuan untuk mencapai kepada kepuasan konsumen.
c.       Mengetahui strategi kualitas produk atau harga, sehingga dari sebuah produksi, distribusi, kepada konsumen dapat menimbulkan rasa kepuasan yang lebih bagi para konsumen.
1.4  Metode Penulisan
Karya ilmiah ini dalam penulisannya ini menggunakan metode deskriptif. Metode penulisan deskriptif adalah metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi pada masa sekarang, dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi, dan analisa atau pengolahan data, membuat kesimpulan dengan tujuan untuk membuat gambaran tentang sesuatu keadaan dengan cara obeyektif serta situasi yang mempunyai manfaat terutama dalam rangka mengadakan perbaikan.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Definisi Strategi
Pengertian strategi ada beberapa macam sebagaimana dikemukakan oleh para ahli dalam buku karya mereka masing-masing. Menurut Stephanie K.Marrus, seperti yang dikutip, "strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai". (Umar, 2005:31). Selain definisi-definisi strategi yang sifatnya umum, ada juga yang bersifat lebih khusus, misalnya dua orang pakar strategi, Hamel dan Prahalad (1995), yang mengangkat kompetisi inti sebagai hal yang penting. Mereka mendefinisikan strategi yang terjemahannya sebagai berikut.
Definisi menurut (Umar, 2005:31) strategi adalah sebagai berikut.
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incermental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Sedangkan strategi menurut (David, 2006:17), yaitu
strategi adalah tindakan potensial yang membutuhkan keputusan manajemen tingkat atas dan sumber daya perusahaan dalam jangka panjang, khususnya untuk 5 tahun, dan berorientasi ke masa depan. Strategi memiliki konsekuensi yang multifungsi dan multi dimensi serta perlu mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi perusahaan.

Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
2.2  Definisi Pemasaran 
"Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu serta harga yang tepat dengan promosi dan komunikasi yang tepat." (Assauri 1994:4)
            Definisi lainnya, Pemasaran  adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
            Dengan pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Disinilah peran manajer pemasaran dibutuhkan, dimana tugas dari manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.
Berdasarkan pengertian manajemen pemasaran menurut berbagai pakar di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran merupakan analisis, perencanaan, Implementasi dan pengendalian dari fungsi pemasaran.
2.2.1 Manajemen Pemasaran
            Pada dasarnya manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana. Dalam membuat suatu perencanaan, dibutuhkan kemampuan untuk membuat strategi dan rencana. Untuk rencana jangka panjang maka dibutuhkan waktu yang lebih banyak. Sedangkan untuk pelaksanaan rencana tersebut, dia harus mendelegasikan keputusan-keputusannya yang rutin dilakukan setiap hari kepada para bawahan.
Secara umum manajemen mempunyai tiga tugas pokok, yaitu:
Mempersiapkan rencana/strategi umum bagi perusahaan
Melaksanakan rencana tersebut
Mengadakan evaluasi, menganalisa dan mengawasi rencana tersebut dalam pelaksanaannya.
Sehingga yang dimaksud dengan manajemen pemasaran, menurut Philip Kotler yaitu "Penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasar yang dituju untuk mencapai tujuan organisasi."
2.3  Definisi Produk
Definisi produk menurut (Kotler: 291), "A product is anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use, or consumption and that might satisfy a want or need." Yang berarti produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk memperoleh suatu perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang mungkin dapat memuaskan dan memenuhi sebuah keinginan ataupun kebutuhan.
Berdasarkan dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa produk yang akan ditawarkan kepada konsumen haruslah dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
2.4  Definisi Harga
Suatu perusahaan dalam memasarkan barang atau jasanya agar dapat sukses dipasaran harus terlebih dahulu menentukan harganya yang tepat, karena dengan penetapan harga yang tidak tepat maka akan mengakibatkan pembeli tidak tertarik untuk membeli barang dan jasa tersebut. Harga merupakan satu-satunya elemen pemasaran yang menghasilkan pendapatan.
Menurut (Sinamora, 2000:574) harga adalah "Jumlah uang yang dibebankan atau dikenakan atas sebuah produk atau jasa". Sedangkan menurut  (saladin, 2003:95), harga adalah: "sejumlah uang sebagai alat tukar untuk memperoleh barang atau jasa".
Dari kedua definisi harga di atas dapat disimpulkan bahwa harga merupakan jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang atau jasa beserta pelayanannya.
2.5  Definisi Kepuasan Konsumen
Menurut para ahli kepuasan konsumen antara lain Fandy mendefinisikan "kepuasan konsumen sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian menyangkut kinerja produk relatif bagus atau tidak, dan apakah produk bersangkutan memiliki kecocokan dengan tujuan atau pemakaiannya". (Tjiptono, 2004:133). Menurut (Kotler,2000) bahwa kepuasan konsumen adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya.Menurut (C. Mowen, 2000:512), Kepuasan Konsumen adalah “ Consumer Satisfaction is defined as the overall attitude regarding a good or service after its acquisition and use ".
Kepuasan konsumen menurut Barkelay dan Saylor (1994), "fokus dari proses manajemen berorientasi pada konsumen, bahkan dinyatakan pula bahwa kepuasan pelanggan adalah kualitas". Begitu juga definisi singkat tentang kualitas yang dinyatakan oleh (Juran, 1993:90) bahwa, "kualitas adalah kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berkaitan erat dengan mutu, mutu mempunyai dampak langsung pada prestasi produk dan dengan demikian kepuasan konsumen". Kepuasankonsumen tergantung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relatif terhadap harapan konsumen, bila produk jauh lebih rendah ketimbang harapan konsumen, konsumen tidak puas. Bila prestasi sesuai dengan harapan. Pembeli jasa merasa puas. Bila prestasi melebihi harapan, pembeli jasa merasa amat gembira. Konsumen yang merasa puas akan membeli ulang dan mereka memberi tahu orang lain mengenai pengalaman baik dengan produk itu. Kuncinya adalah memenuhi harapan konsumen dengan prestasi perusahan. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembirakonsumen dengan hanya menjanjikan apa yang dapat mereka serahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan. Selain itu harus memperhatikan, Nilai merupakan preferensi yang bersifat relative (komparatif, personal dan situasional) yang memberi ciri pada pengalaman seseorang dalam berinteraksi dengan beberapa objek. Harapanmerupakan keyakinan pelanggan sebelum mencoba atau membeli suatu produk, yang dijadikan standar atau acuan dalam menilai kinerja produk tersebut. Dalam konteks pemasaran, orang cenderung merasakan produk dan sifat-sifat produk menurut harapan-harapan mereka sendiri. Kepercayaan merupakan perasaan alami atau keyakinan, suatu kepercayaan dimana seseorang bersedia bertindak atau suatu pilihan.
Definisi dari kepuasan konsumen di sini adalah keseluruhan sikap yang timbul setelah membeli atau menggunakan sebuah produk atau jasa.

2.5.1        Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan, dan kebutuhan konsumen dipenuhi suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Pengukuran kepuasan konsumen merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila konsumen merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik.
Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu system penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan konsumen, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Harga dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen
            Di dalam kepuasan konsumen harga dan kualitas produk merupakan faktor  penting dalam menentukan kepuasan konsumen, karena harga pada produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relative murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi, sedangkan pada kualitas produk itu sendiri yaitu konsumen akan merasa puas apabila mendapatkan produk yang baik atau yang sesuai harapan.
3.1.1        Kualitas Produk Dalam Kepuasan Konsumen
Kualitas produk sebagai penghubung dari kepuasan konsumen sudah lama diyakini. Setidaknya lebih lama dibandingkan dengan keyakinan terhadap kualitas pelayanan sebagai penghubung kepuasan konsumen. Kualitas produk sangat menentukan dengan adanya suatu kepuasan. Karena kualitas produk yang baik dan sesuai dengan harapan dapat mendatangkan sikap positif dari para konsumen yang merasakan kepuasan tersendiri.
3.1.2        Harga Dalam Kepuasan Konsumen
Harga di dalam suatu pendistribusian merupaka factor penting guna menunjang keuntungan bagi para produsen, dan kepuasan bagi para konsumen. Harga dari berbagai produk yang bermacam-macam, dapat menarik simpatik dari para konsumen. Dengan harga yang murah dan kualitas produk yang baik dapat menimbulkan kepuasan konsumen yang lebih.
3.2  Strategi Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen
Strategi suatu cara yang diutaakan untuk mencapai tujuan. Strategi pemasaran cara untuk mencapai tujuan di dalam melakukan kegiatan distribusi atau penjualan. Di dalam strategi pemasaran terdapat cara tertentu dalam meningkatkan proses distribusi agar terciptanya keuntungan yang maksimal bagi produsen dan kepuasan yang maksimal bagi konsumen. Di saat menjalankan proses tersebut pemasaran pun memiliki hal-hal guna menunjang proses distribusi atau penjualan, dan untuk mencapai kepuasan konsumen. Strategi tersebut pun meliputi:
1.        Produk (barang, jasa, ide)
Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang, jasa atau ide.
2.        Nilai
Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk kepuasan mereka, apa yang dirasakan atau diinginkan.
3.        Biaya
Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang dikonsumsi.
4.        Pasar
Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi terhadap suatu produk.
Ketika proses distribusi atau penjualan berlangsung dengan menentukan produk, nilai, biaya, pasar. Dengan berjalan lancer proses distribusi atau penjualan kepuasan akan timbul untuk para produsen dengan adanya keuntungan yang maksimal dan kepuasan yang timbul pada konsumen.
3.3 Strategi Harga dan Kualitas Produk
            Di dalam suatu pendistribusian atau penjualan terhadap konsumen untuk mencapai suatu kepuasan tersendiri terhadap konsumen, produsen pun harus mengetahui strategi penetapan pada harga dan kualitas produk guna mencapai suatu kepuasan konsumen, sehingga ketika konsumen merasakan kepuasan tersendiri terhadap harga dan kualitas produk yang telah disediakan oleh produsen konsumen pun tidak merasakan kekecewaan terhadap harga dan kualitas produk tersebut.

3.3.1 Strategi Harga
Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga kompetitor. Strategi tersebut dapat digunakan untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan konsdisi yang ada.
Berikut merupakan berbagai pilihan teknik / strategi penentuan harga:
A. Strategi Penentuan Harga
1.SkimmingPrice
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2.PenetrationPrice
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.
B. Strategi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.
2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.
3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.000,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.
4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.
5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.
C. Strategi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila membeli
D. Strategi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / penimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.
 3.3.2 Strategi Kualitas Produk
Roda analisis konsumen yang terdiri dari lingkungan produk, afeksi, kognisi dan perilaku produk selalu dipelajari pemasaran untuk menentukan strategi produk. Untuk menganalisis keempat elemen di atas, bisa dilihat dari ciri-ciri produk, kemasan, kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap produk, kontak produk dan loyalitas merk.
Untuk memastikan apakah suatu produk yang diluncurkan perusahaan disukai oleh konsumen, diperlukan riset  antara lain kepuasan konsumen. Pendekatan yang digunakan untuk melihat ketidakpuasan dihasilkan dari dua variabel kognisi yaitu harapan prapembelian. Harapan prapembelian adalah kepercayaan tentang kinerja suatu produk yang diperkirakan akan muncul sedangkan ketidakcocokan adalah perbedaan antara harapan pra pembelian dan persepsi pasca pembelian.Ketidakcocokan ada dua jenis yaitu  ketidakcocokan negatif dan positif. Ketidakcocokan negatif terjadi ketika kinerja produk kurang dari apa yang diharapkan dan ketidakcocokan positif terjadi ketika kinerja produk ternyata lebih baik dari apa yang diharapkan.
            Keinginan Pra Pembelian adalah sebuah fungsi dari sikap pra pembelian, yang mana pada gilirannya  adalah sebuah fungsi dari harapan pra pembelian. Sikap dan kecenderungan pasca pembelian selanjutnya akan dipengaruhi oleh derajat kepuasan atau ketidakpuasan.
Strategi produk didisain untuk jangka pendek dan jangka panjang, strategi jangka pendek didesain untuk mempengaruhi konsumen agar mau mencoba produk sedangkan strategi jangka panjang didisain untuk mengembangkan loyalitas merk dan mendapatkan pangsa pasar yang besar. Pendekatan, afeksi, kognitif, lingkungan dan perilaku digunakan dalam membuat strategi produk ini.


DAFTAR PUSTAKA
Phili Kotler, (1997). Manajemen Pemasaran: Analisis, perencanaan, implementasi, dan kontrol. Edisi Revisi. Edisi Bahasa Indonesia. Prentice Hall.
Kurniawantoro, Angga. 2010. “Pengertian Kepuasan Konsumen”. Tugas Metode Riset. http://nurdin-piero.blogspot.com/2010/05/pengertian-kepuasan-konsumen.html  . diakses pada tanggal 23 November 2010.
Godam64. “Cara Strategi Menentukan Harga Produk Barang Dan Jasa - Manajemen Pemasaran”. Organisasi.org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia. http://organisasi.org/cara-strategi-menentukan-harga-produk-barang-dan-jasa-manajemen-pemasaran . diakses pada 19 april 2008.
Edi. “Perilaku Konsumen dan Strategi Produk”.  Macam-macam Artikel, http://edi-macammacamartikel.blogspot.com/2011/12/makalah-analisis-konsumen-dan-strategi.html. diakses pada 01 Desember 2011.







































Selasa, 25 Maret 2014

TUGAS 2 _BAHASA INDONESIA 2_

TUGAS 2 _BAHASA INDONESIA 2_
Nama : Niken Yuanita
NPM : 15211166
Kelas ; 3EA18
Ø  Berfikir Deduktif
  1. Jelaskan Definisi Silogisme Kategorial, hipotesis dan alternative serta berikan masing-masing contohnya.?
Silogisme :Kegiatan nalar untuk memperoleh konklusi berdasarkan premis-premis.Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Proposisi silogisme terdiri dari dua yaitu mayor (term menjadi predikat) dan minor (termnya menjadi subyek).
Contoh :
Silogisme kategorial, bilamana semua proposisinya merupakan kategorik
P (My) = Semua manusia bernafas menggunakan organ paru-paru
P (Mn) = Bayi adalah manusia
Konklusi (K) = Bayi bernafas menggunakan organ paru-paru
Silogisme  Hipotetik, bilamana argumen premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik
P (My) = Jika rajin belajar, maka saya akan lulus ujian
P (Mn)= Sekarang saya lulus ujian
Konklusi (K) = Saya telah rajin belajar
(Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya)
Silogisme alternatif, bilamana premis mayornya berupa proposisi alternatif.
P (My) = Irfan Bahdim pemain sepak bola atau bintang iklan.
P (Mn) = Irfan Bahdim pemain sepak bola
Konklusi (K) = Irfan Bahdim bukan bintang iklan

  1. Jelaskan Definisi Entimen dan berikan contohnya?
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis
Ø  Berfikir Induktif
  1. Jelaskan definisi Generalisasi serta sebutkan 2 jenis generalisasi.?
Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Contoh generalisasi adalah setelah di adakan peninjauan dan penelitian lebih seksama, ternyata di kawasan bandung terdapat sekurang – kurangnya lima buah obyek wisata. Di kawasan Garu tempat obyek wisata, di kawasan tasikmalaya dan ciamis terdapat sekurang – kurangnya enam buah obyek wisata. Di daerah lain seperti suka bumi, banten, danyang lainnya juga terdapat obyek wisata. Dapat di katakan bahwa daerah jawa baratmemang kaya dengan obyek wisata.
Macam-macam generalisasi:
a. Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
b. Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
  1. Jelaskan definisi analogi
Definisi Analogi
Paragraf analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak menandung persamaan. Dengan kesamaan tersebut dapatlah ditarik kesimpulannya. Paragraf analogi ini merupakan bagian paragraf induktif.
Analogi induktif yaitu proses dari penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada fenomena yang lain. Demikian pengertian analogi jika kita hendak memformulasikan dalam suatu batasan. (Drs. H. Mundiri, Logika, 1994, hal-157)
  1. Berikan contoh paragraph sebab-akibat, akibat-sebab.?
Paragraf sebab akibat
Contoh :
Budi adalah anak yang baik. Ia suka membantu orang tua kapanpun. Kebiasaan menabung,belajar, dan suka menolong sudah ia lakukan sejak masih kecil. Sekarang di sudah tumbuh menjadi seorang pemuda yang siap menjalani hidup. Akibat kebiasaan lamanya ia sudah siap menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti.
Paragraf Akibat Sebab
Contoh :
Dalam rangka menjaga dan melindungi kelestarian hutan pemerintah mengadakan razia. Pemerintah menangkap para pembalak atau penebang pohon. Masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Kini hutan tidak akan gundul lagi dan berkurangnya pembalakan atau penebangan pohon. Akhirnya kegiatan tersebut membuahkan hasil bagi masyarakat.
Sumber data :


Senin, 10 Maret 2014

Tugas Sofskill

Nama ; Niken Yuanita S.
Kelas : 3EA18
NPM ; 15211166
1.1    PENGERTIAN PENALARAN
  Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis,berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.proses inilah yang disebut menalar.
Berdasarkan Buku Gorys Keraf “Argumentasi dan Narasi”
Penalaran (proposisi, reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju suatu kesimpulan.
1.2    PENGERTIAN PROPORSISI
      Proposisi ialah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, Proporsisi sebagai pernyataan yang didalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan , dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi . Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.
1.3  INFERENSI DAN IMPLIKASI
Metode inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan oleh sistem untuk mencapai suatu kesimpulan. Metode ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari  jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Penalaran dimulai dengan mencocokan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada dalam basis data.
Ada dua metode inferensi yang dapat digunakan, yaitu:
Forward chaining merupakan metode inferensi yang melakukan penalaran dari suatu masalah kepada solusinya. Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan menyatakan konklusi. Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh. Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang lebar dan tidak dalam, maka gunakan forward chaining.
Fakta dapat ditulis :
1.       p → q
2.       r  v s
3.       r → t
4.       ~q
5.       u → v
6.       s → p
Inferensi yang dapat dilakukan
·          1.        p → q                                               3. r  v  s
·               ___~q                                                     __~s
·              ~p                                                            r
·         2.       s → p                                                 4. r → t
·              __~p                                                        r___

Kesimpulan : Kacamata ada di meja tamu
Implikasi adalah pernyataan majemuk yg menggunakan kata hubung “jika…maka…”disebut implikasi,  pernyataan bersyarat, kondisional atau hypothesical notasi.
Cara menguji data, fakta dan autoritas
Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

1.4  WUJUD EFIDENSI
Wujud Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.

1.5  CARA MENGUJI DATA
  Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

1.6  CARA MENGUJI FAKTA
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi
 
1.7  CARA MENILAI OTOMATIS
 Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan


http://lordzhu.blogspot.com/2013/03/penalaran.html