Jumat, 04 November 2011

pengertian ilmu ekonomi



 ILmu Ekonomi


1.Pengertian ilmu ekonomi di tinjau dari beberapa aspek

Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagaibagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada berbagai anggota masyarakat untuk mereka pakai/konsumsi.
Sejarah perkembangan ekonomi Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonomi, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah  kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2006 , Edmund phelps

          Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dalam dunia ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.


2.Aspek kelangkaan dalam ilmu ekonomi

Masalah pokok kelangkaan sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia di dalam masyarakat. Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.
Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.
Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.
Jenis-jenis Barang
1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut barang kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).
2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar).
Kelangkaan          pilihan        biaya



3.Permasalahan Ekonomi

1. Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi.


2.  Krisis yang mengarah pada cuaca sering kali berakar pada aspek ekonomi .


3. Tekanan yang berkepanjangan pada sumber daya alam yang tersedia , terutama tanah subur . jika umat manusia tidak mampu menemukan cara untuk meningkatkan jumlah persedian makanan secepat laju pertumbuhan penduduk maka jutaan manusia akan menghadapi kelaparan .


4. Efek rumah kaca yang menyebabkan iklim bumi menjadi penimbunan kumulatif CO di atmosfer. Sehingga mengubah baik kemungkinan produksi maupun pola konsumsi


5.  Sumber daya yang terbatas


6.  Tingkat Pengangguran yang semakin meningkat dengan seiringnya waktu


7. Jumlah output, tingkat harga , dan laju pertumbuhan ekonomi semakin meningkat

4. Biaya Peluang (Opportunity Cost)



Biaya Peluang adalah biaya yang di korbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu , yang di ukur dengan maanfaat yang di lepasnya karena tidak menggunakan untuk tujuan lain dengan kata lain , di ukur dengan satuan komuditi lain yang seharusnya bisa di peroleh .
Sebagai contoh , jika sumber daya yang dapat menghasilkan jalan sepanjang 20 mil di gunakan untuk menghasilakan dua buah rumah sakit , maka biaya peluang sebuah rumah sakit adalah jalan sepanjang 10 mil. Begitu pula sebaliknya biaya peluang dari satu mil jalan adalah sepersepuluh dari rumah sakit
Setiap kali sebuah pilihan harus di buat , terjadilah biaya peluang (Opportunity cost)



5.Barang Ekonomi Dan Barang Bebas

Barang Ekonomi                         Barang Bebas
1.     Makanan                             1.    Matahari
2.     Pakaian                               2.    Udara
3.     Rumah                                 3.   Oksigen
4.     Bangunan                             4.   Air






6.Peranan Asumsi Dalam Metode Ilmiah

Asumsi dapat dikatakan merupakan latar belakang intelektual suatu jalur pemikiran. Asumsi juga dapat diartikan pula sebagai gagasan primitif, atau gagasan tanpa penumpu yang diperlukan untuk menumpu gagasan lain yang akan muncul kemudian (Suhartono, 2000 ).
Setiap ilmu memerlukan asumsi. Asumsi di perlukan untuk mengatasi penelaahan sutu permasalahan menjadi lebar. Asumsi ini perlu . sebab pernyataan asumtif inilah yang memberi arah dan landasan bagi kegiatan penelaahan kita. Sebuah pengetahuan baru inilah yang dianggap benar selama kita bisa menerima asumsi yang di kemukakannya. Semua teori mempunyai asumsi baik yang tersurat maupun yang tersirat (jujun 2001)

         

        

DAFTAR PUSTAKA
 Buku Pengantar Mikroekonomi Jilid 1


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar