Minggu, 13 November 2011

PERILAKU PRODUSEN : TEORI PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI


Produksi adalah suatu proses, dan karena itu terjadi melalui ruang dan waktu. Karena merupakan konsep aliran, produksi diukur sebagai "tingkat keluaran per periode waktu".


Ada tiga aspek untuk proses produksi:

1.     Kuantitas pelayanan yang baik atau dihasilkan,
2.    Bentuk pelayanan yang baik atau diciptakan,
3.    Distribusi spasial temporal dan barang atau jasa yang dihasilkan.

Ø Produk Total
Produk total (atau produk fisik total) merupakan faktor variabel produksi mengidentifikasi apoutput yang mungkin menggunakan berbagai tingkat input variabel.
Ø Produk Fisik Rata-rata
Produk fisik rata-rata adalah total produksi dibagi dengan jumlah unit input variabel yang digunakan. Ini adalah output dari setiap unit input. Jika ada 10 karyawan yang bekerja pada proses produksi yang memproduksi 50 unit per hari, maka produk rata-rata input tenaga kerja variabel adalah 5 unit per hari. Produk rata-rata biasanya bervariasi sebagai lebih dari input yang digunakan.
Ø Produk Fisik Marjinal
Produk fisik marjinal dari sebuah input variabel adalah perubahan total output yang disebabkan oleh perubahan satu unit pada input variabel (disebut produk marjinal diskrit) atau alternatif tingkat perubahan total output karena perubahan sangat kecil pada input variabel (disebut produk marjinal kontinu).
   Isoquant / Iso product/ Equal Product Curve
Isoquant  Curve disebut juga  Isoproduct Curve atau Equal Product Curve adalah bisa didapatkan dari fungsi produksi, karena ia menerangkan apa yang diinginkan perusahaan dengan fungsi produksi yang diberikan.
Kegunaan dari Isoquant ini adalah untuk menentukan posisi least cost  combination.

Sifat-sifat isoquant adalah :
1)     Cembung kearah titik nol (0), sebab inputnya tidak merupakan barang subtitusi sempurna.
2)     Menurun dari kiri atas kekanan bawah, karena satu sumberdaya dapat di subsitusi kan dengan sumberdaya lain.
3)     Output semakin tinggi bagi kurva yang terletak lebih kanan dan atas.
4)     Kemungkinan bias saling berpotongan, sehingga ada kemungkinan perusahaan dapat memproduksi dua jenis barang dengan input yang sama.
5)     Kemungkinan untuk mempunyai slope positif pada tingkat penggunaan input tinggi.
6)     Semakin kebawah  MRTS semakin kecil.
Perbedaan antara Indiferensi seorang konsumen dengan Isoquant produsen adalah dimensi ketiga pada Indiferensi konsumen adalah utilitas yang sulit diukur, sedangkan pada isoquant dimensi ketiganya adalah produksi total, yang angkanya dapat ditentukan.
Perbedaan lainnya adalah, kalau konsumen dibatasi oleh pendapatan yang membatasi pengeluaran konsumen, sedangkan pengusaha dapat merubah pengeluaran totalnya untuk factor produksi.
Ø Isocost Curve
Isocost adalah kurva yang menunjukkan hubungan titik-titik kombinasi factor produksi yang dapat dimiliki oleh modal (anggaran belanja perusahaan) yang tertentu besarnya.
Secara matematis dapat ditulis :
C  =  X.  Px  +  Y.  Py
 Dimana :
C                : adalah besar modal.
X dan Y      : adalah factor produksi.
Px  dan  Py : adalah harga input x dan y
Keseimbangan Produsen
Ø  Least Cost Combination (LCC)
Least Cost Combination (LCC) adalah suatu titik/keadaan yang memberikan kombinasi penggunaan input-input/factor produksi
Untuk menghasilkan suatu tingkat output tertentu dengan ongkos total yang minimum.

Untuk menghasilkan / menentukan kombinasi yang optimal ini diperlukan tiga data, yaitu :
a)     Isoquant, untuk menentukan tingkat output yang dikehendaki;
b)     Harga factor produksi/input pertama (X1)
c)     Harga factor produksi/input kedua (X2)

Ø  Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS)
Adalah Tingkat Subsitusi Marjinal yang semakin menurun, artinya berapa jumlah salah satu input harus dikompensasikan akibat penambahan satu unit input lainnya, sehingga tingkat output dapat dipertahankan.

MRTS ini merupakan slope /kemiringan dari kurva isoquant pada titik tertentu, yang besarnya sebesar MPPx / MPPy.
Posisi LCC dalam gambar adalah merupakan titik  persinggungan  antara kurva isocost dengan kurva isoquant ( Px / Py = MPPx / MPPy = MRTS ).
Sehingga masalah perusahaan dapat dirumuskan bahwa setiap perusahaan ingin mencapai tingkat Isoquant yang tertinggi , apabila Isocostnya ditentukan, artinya perusahaan akan memproduksi / mencapai keseimbangan pada saat slope kurva isocost sama dengan slope kurva isoquant.

            Ini berarti bahwa untuk mencapai posisi optimum atau keuntungan maksimum, maka dalil LCC  harus terpenuhi, tetapi sebaliknya , bila dalil LCC terpenuhi, maka tidak berarti bahwa produsen pasti telah mencapai keuntungan maksimum, terpenuhinya dalil LCC hanya menunjukkan bahwa produsen telah mencapai posisi ongkos minimum untuk suatu tingkat output tertentu, akan tetapi keuntungan hanya akan mencapai maksimum bila tingkat outputnya telah dipilih  sedemikian rupa hingga MPP / P untuk semua input sama dengan 1 / PQ,  dimana 1 / PQ adalah hasil yang dapat dilihat setelah output dijual. 

Tujuan utama dari fungsi produksi adalah untuk mengatasi efisiensi alokatif dalam penggunaan input faktor dalam produksi dan distribusi hasil pendapatan untuk faktor tersebut. Berdasarkan asumsi-asumsi tertentu, fungsi produksi dapat digunakan untuk memperoleh produk marjinal untuk setiap faktor, yang menyiratkan pembagian yang ideal dari pendapatan yang dihasilkan dari output ke dalam pendapatan karena masing-masing faktor input produksi.


TUJUAN PERUSAHAAN ; MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN

Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”. Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.
Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Ada perusahaan yang menekankan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukan pertimbangan politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan dicapai. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan tujuan mencari keuntungan yang maksimum.

CARA MENCAPI TUJUAN MEMAKSIMUMKAN KEUNTUnGAN

Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Keuntungan diperoleh apabila hasil penjualan melebihi biaya produksi, dan kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi.. Keuntungan yang maksimum dicapai apabila perbedaan diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar.

Fungsi Produksi

Hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakannya dinamakan fungsi froduksi. Faktor-faktor produksi seperti telah dijelaskan, dapat dibedakan kepada empat golongan, yaitu tenaga kerja, tanah, modal dan keahlian keusahawanan. Di dalam teori ekonomi, di dalam menganalisis mengenai produksi, selalu dimisalkan bahwa tiga faktor produksi yang belakangan dinyatakan (tanah,modal dan keahlian keusahawanan) adalah tetap jumlahnya. Dengan demikian, di dalam menggambarkan hubungan diantara faktor produksi yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai, yang digambarkan adalah hubungan diantara jumlah tenaga kerja yang digunakan dan jumlah produksi yang dicapai.


JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG.
Dalam menganalisis bagaimana perusahaan melakukan kegiatan produksi, teori ekonomi membedakan jangka waktu analisis kepada dua jangka waktu : jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek apabila sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya. Didalam masa tersebut perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor modal seperti mesin-mesin dan peralatannya, alat-alat memproduksi lainnya, dan bangunan perusahaan.
Dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, ini berarti bahwa dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya kalau memang hal tersebut diperlukan.Didalam jangka panjang perusahaan dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang berlaku di pasar. Jumlah alat-alat produksi dapat ditambah, penggunaan mesin-mesin dapat dirombak dan dipertinggi efisiensinya, jenis-jenis barang dapat diproduksi, dan teknologi produksi ditingkatkan.

Biaya Produksi

Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang berbentuk kas, sedangkan biaya implisit adalah biaya dikeluarkan dalam proses produksi dalam bentuk nonkas.

Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.
Biaya Rata-rata, Biaya Marjinal dan Biaya Total Rata-rata
Fungsi biaya rata-rata atau unit-1 kadang-kadang lebih berguna dari fungsi biaya total dalam pengambilan keputusan suatu usaha di sektor pertanian. Fungsi biaya rata-rata dapat diperoleh dengan membagi fungsi biaya total yang relevan dengan output.
Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan output (output).

Fungsi biaya marjinal berpotongan dengan fungsi biaya total rata-rata dan fungsi biaya variabel rata-rata di titik minimum ke dua fungsi tersebut.
  
Fungsi biaya rata-rata jangka panjang akan:
(a) Menurun, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah meningkat,
(b) Konstan, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah konstan, dan
(c) Meningkat, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah menurun.

Fungsi biaya rata-rata jangka panjang adalah merupakan kurva amplop dari sejumlah kurva biaya rata-rata jangka pendek.

Topik Khusus dalam Teori Biaya
Pada tingkat output yang hasilnya di spesifikasi tingkat keuntungan ekonomi diperoleh dengan membagi keuntungan ditambah biaya tetap total dengan kontribusi keuntungan
Analisis titik impas adalah spesial pada kasus analisis keuntungan di mana keuntungan diharuskan sama dengan nol.
Suatu usaha dapat dikatakan tinggi tingkat pengungkitannya apabila biaya tetap adalah relatif lebih besar (tinggi) dari pada biaya variabel. Pada umumnya, penggunaan analisis pengungkitan operasi menyatakan secara tidak langsung tingginya tingkat risiko keuntungan sepanjang waktu. Dalam arti kata, peningkatan nilai pengungkitan operasi menyatakan lebih bervariasinya keuntungan sepanjang waktu, oleh karena itu tinggi tingkat risikonya.
Pengungkitan operasi dapat diukur dengan elastisitas keuntungan, yang didefinisikan sebagai persentase perubahan keuntungan yang berkaitan dengan satu persen perubahan output. 

1 komentar: